Ketua PPOTODA, Didaulat Menjadi Tim Penilai Awarding Anugerah Desa

 

Ketua PPOTODA, Didaulat Menjadi Tim Penilai Awarding Anugerah Desa

PPotoda.org, Kediri – Ngesti D. Prasetyo selaku Ketua PPOTODA Fakultas Hukum Universitas Brawijaya mendapatkan kehormatan karena didaulat sebagai Juri didalam kegiatan Awarding Anugerah Desa Kabupaten Kediri Tahun 2016 yang digelar oleh BPMPD (Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintahan Desa) Kabupaten Kediri bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Kediri.

Baca Juga :

Awarding Anugerah Desa ini digelar di Gedung Convention Hall yang berada di kawasan Simpang Lima Gumul, pada hari Senin 5 Desember 2016. Para peserta Anugerah Desa ini adalah 343 Desa dan 1 Kelurahan yang ada di Kabupaten Kediri. Tim penilai Anugerah Desa 2016 ini berasal dari Tim Jawa Pos Radar Kediri, Tim BPMPD Pemerintah Kabupaten Kediri, Akademisi (Ngesti D. Prasetyo dari UB) dan TP3 Kediri (Eko Ediyono).

Dalam Anugerah Desa 2016 ini sejatinya ada 10 kategori yang dilombakan. Akan tetapi ada 2 kategori yang tidak ada Juaranya. Hal tersebut dikarenakan belum ada desa yang mencapai atau bahkan melampaui standar yang telah ditetapkan. Anugerah Desa 2016 ini bertujuan untuk menggali potensi-potensi yang ada di masing-masing desa. Kreatifitas dan Inovasi menjadi kata kunci serta faktor penting dalam penilaian Anugerah Desa. Awarding Anugerah Desa ini merupakan suatu kompetisi antar desa yang bertujuan untuk memacu kreatifitas dan inovasi dari masing-masing desa di Kabupaten Kediri.

Ngesti mengingkapkan bahwa kreatif dan inovatif dapat diterapkan secara sederhana. Kuncinya adalah kepekaan dalam mencium peluang dan kemampuan membaca pasar agar tepat sasaran. Membangun desa misalnya, untuk mewujudkan desa yang mandiri dibutuhkan kreativitas dan inovasi dalam merealisasikiannya sehingga desa dapat memanfaatkan potensi fisik dan nonfisik yang dimilikinya, menjadikan desa modern dan hampir mirip dengan kehidupan perkotaan, masyarakatnya memiliki mata pencaharian yang beragam, serta sarana-prasarana yang telah maju.

Membangun desa dengan cara yang kreatif dan inovatif. Kalimat ini yang selalu saya pikirkan dan saya ingat setiap hari agar saya selalu optimis bahwa desa akan jauh lebih baik jika semua masyarakat terutama generasi muda mampu berpikir kreatif untuk membuat karya-karya yang menarik. Berbagai potensi yang ada di desa sangat mungkin dapat dikembangkan dan dapat mewujudkan kegiatan berbasis Usaha Ekonomi Masyarakat jika dikemas dengan cara yang kreatif dan inovatif.

Penulis : Ria Casmi Arrsa – PPotoda.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *