“Pemerintah tak Bertanggung jawab”

Siaran Pers

Kelompok Kerja Advokasi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (Pokja AKBB) Jatim

Rabu, 19 Juni 2013, Pemkab Sampang melalui Bakesbangpol dan Polres Sampang kembali menekan da mengintimidasi pengungsi Syiah yang bertahan di GOR untuk segera meninggalkan tempat itu dan menerima skema relokasi.

Ust. Iklil al-Milal, perwakilan pengungsi, dijemput oleh Polisi dan dihadapkan pada perwakilan Bakesbangpol Sampang dan sejumlah ulama di Polres Sampang. Ust. Iklil tetap menolak desakan agar pengungsi keluar GOR. Sampai akhirnya perwakilan Bakesbangpol dan Polres mendatangi GOR dan mengacam tidak bertanggung jawab bila terjadi kekerasan oleh massa anti-Syiah. Pemkab berdalih pengungsi harus meninggalkan GOR krn halaman GOR akan digunakan sebagai tempat istighosah anti-Syiah.

Peristiwa ini menegaskan sikap pemerintah yang tetap berambisi menjalankan skema relokasi sebagai solusi atas kekerasan dan pelanggaran hak kebebasan beragama/berkeyakinan yang dialami oleh jamaah Syiah.

Atas dasar inilah, Pokja AKBB menyatakan sikap:

1. Mengutuk semua tindaka intimidasi dan pengusiran yang dilakukan oleh pemerintah dalam menjalankan skema relokasi terhadap jamaah Syiah;

2. Mengutuk tindakan Pemkab dan Polres Sampang karena memberikan izin acara Istighosah yang bisa memantik lagi sentimen dan kekerasan terhadap jamaah Syiah;

3. Menuntut dibatalkannya kebijakan relokasi karena kebijakan tersebut merupakan bentuk pembangkangan pemerintah terhadap norma-norma perlindungan hak minoritas sebagaimana dijamin oleh Konstitusi Nasional;

4. Menolak  skema relokasi sebagai solusi penyelesaian konflik dan pelanggaran hak kebebasan beragama/berkeyakinan;

5. Menuntut Pemprov Jatim dan Pemkab Sampang untuk menjamin para pengungsi Syiah kembali ke kampung mereka dengan jaminan keamanan penuh karena hal itu merupakan kewajiban pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *