Menafsir Munir, Melawan Lupa

Melawan Lupa

Batu, bertempat di alun-alun Kota Wisata Batu diselenggarakan perhelatan akbar dalam rangka memperingati hari kelahiran Almarhum Munir Said Thalib.

Perhelatan akbar tersebut di gelar sebagai bentuk komitmen atas penuntasan kasus pembunuhan Munir sosok pejuang Hak Asasi Manusia yang di bungkam leh oknum yang mengatasnamakan kekuasaan di negeri ini.

Dalam perhelatan akbar tersebut sejumlah seniman memasang potongan lukisan mendiang pejuang hak asasi manusia, Munir, dalam acara ‘Menafsir Munir, Melawan Lupa’ yang digelar di alun-alun Kota Wisata Batu, Jawa Timur, Minggu 2 Desember 2012. Menafsir Munir, Melawan Lupa’ diselenggarakan untuk memperingati hari lahir Munir, sekaligus untuk kembali mengingatkan janji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono guna menuntaskan kasus pembunuhan Munir. Acara ini dihadiri oleh sejumlah seniman dan budayawan seperti Butet Kertaradjasa, Goenawan Muhammad, Joko Pekik, dan lain-lain.

Istri almarhum Munir, Suciwati, berharap acara ‘Menafsir Munir, Melawan Lupa’ berdampak positif pada penyelesaian kasus suaminya. “Seperti kata Presiden, penyelesaian kasus Munir adalah the test of our history. Demikian halnya Butet Kertaradjasa menyatakan, ‘Menafsir Munir, Melawan Lupa’ merupakan bentuk teguran kepada SBY lewat budaya.

“Kami ini seperti debt collector kultural. Pemerintah SBY punya utang menyelesaikan kasus Munir, jadi kami tagih melalui kesenian”.

Adapun Pendukung acara tersebut antara lain: Butet Kertaredjasa, Glenn Fredly, Djaduk Ferianto dkk, Oppie Andaresta, Romo Sindhunata, Sitok Srengenge, Melanie Soebono, Arswendo Atmowiloto, Swara, Goenawan Mohamad, Bantengan Nuswantara, Teater Air, Manusia Mercon, dan lain-lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *