Peneliti Christian Solidarity Worldwide United Kingdom “Diskusi Kebebasan Beragama & Berkeyakinan di PPOTODA”

Malang, Bertempat diruang pertemuan PPOTODA Universitas Brawijaya Benedict Rogers peneliti Christian Solidarity Worldwide (Voice For The Voiceless) perwakilan East Asia Team Leader melakukan kunjungan dan berdiskusi dengan tim peneliti PP OTODA mengenai persoalan kebebasab beragama dan berkeyakinan di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut Fitry Wicahyanti menguraikan berbagai poteret diskriminasi dan intoleransi dalam beragama dan berkayakinan dengan memaparkan sejumlah fakta hasil temuan penelitian di Bali, Jawa Timur, Jawa Barat, dan NTT. Hadir dalam pertemuan tersebut dari unsur korban intoleransi antara lain dari kelompok gereja dan ahmadiyah.

Fakta empiris menunjukkan kondisi masyarakat sedang mengalami proses keterasingan (alienasi) terhadap toleransi dalam kehidupan keagamaan yang berujung pada proses pencarian jati diri menuju kondisi toleransi yang ideal.

Sebut saja sejumlah kejadian yang berlatar belakang keagamaan dan keyakinan semisal penutupan pondok pesantren jemaat Ahmadiyah, penyerangan terhadap aksi solidaritas AKKBB, penutupan bahkan perobohan terhadap sejumlah rumah ibadah antara lain gereja (Semisal larangan pendirian rumah ibadah GKI Yasmin, HKBP Philadelphia di Jawa Barat, perobohan rumah ibadah GPDI Eliezer di Dampit Malang Selatan, penutupan Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) di Desa Arjowilangun, Kalipare, Malang, Jawa Timur, Pelarangangan pendirian Musholla Nur Musaffir di NTT, teror bom molotov di sebuah Gereja di Makassar, Serangkain aksi terorisme bom bali 1 dan bom bali 2, pelarangan dakwah bagi penganut Baha’i, pembakaran masjid penganut Syi’ah yang terjadi di Madura, Pengeboman dan sejumlah ancaman teror bom terhadap Gereja di berbagai daerah kemudian di susul dengan lahirnya Peraturan Gubernur Provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat yang melarang aktivitas dakwah Jemaat Ahmadiyah merupakan serangkaian tindakan yang tentunya paradoks dengan cita kebhinekaan.

Dalam paparannya Rogers sangat interest degan advokasi dan riset yang dilakukan oleh PP OTODA. Harapan kedepan dengan perspektif Hak Asasi Manusia dan Keadilan Sosial (Social justice) bagi kemajuan dalam perlindungan kebebasan beragama dan berkeyakinan di berbagai penjuru dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *