Debat Bakal Calon Walikota Malang 2013

 

Debat Bakal Calon Walikota Malang

Bertempat di Gedung Widyaloka Convention Hall Universitas Brawijaya Malang (Sabtu, 9 Februari 2013) telah diselenggarakan perhelatan akbar Debat Bakal Calon Walikota Malang periode 2013-2018 atas prakarsa Pusat Pengembangan Otonomi Daerah (PP OTODA) bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Malang.

Dalam sambutannnya Pimpinan Redaksi Radar Malang Muhammad Kurniawan mengapresiasi rintisan kerjasama yang dilakukan dengan PP OTODA sebagai bagian dari civitas akademika untuk memberikan pencerdasan dan pendidikan politik yang berkualitas bagi masyarakat Kota Malang menjelang momentum pesta demokrasi rakyat yang akan berlangsung sekitar 23 Mei 2013.

Demikian halnya diutarakan oleh Ngesti D. Prasetyo selaku Direktur Eksekutif PP OTODA yang juga merangkap sebagai Ketua Dewan Panelis memaparkan bahwa kerjasama yang dirintis dengan Jawa Pos Radar Malang merupakan komitmen bagi kemajuan demokrasi dan otonomi daerah dalam rangka melahirkan kepemimpinan yang pro terhadap visi pembangunan bagi peningkatan kesejahteraan rakyat.

Hingga saat ini di kota Malang sudah sangat banyak yang mengajukan diri, terlihat dari yang sudah mulai mengadakan pendekatan ke masyarakat secara langsung hingga memasang baliho / spanduk yang menyatakan secara terang-terangan sebagai Walikota Malang periode 2013-2018.

Harian Radar Malang melakukan survey pembaca tentang calon-calon Walikota yang dilakukan hingga bulan mei yang menunjukkan tentang prosentase masing-masing kandidat bakal calon walikota dan mendapat respon yang luar biasa dari masyarakat Kota Malang, hal ini terbukti dengan adanya nilai-nilai prosentase yang didapat masing-masing bakal calon kandidat.

Melihat respon yang begitu besar dari warga masyarakat kota Malang terhadap bakal calon kandidat maka sudah sewajarnya jika masyarakat harus mengetahui siapa pribadi masing-masing bakal calon, bagaimana dengan visi misi dan program yang akan dilaksanakan oleh masing-masing bakal calon tersebut dan yang lebih penting warga bisa mengetahui sejauh mana kesiapan bakal calon kandidat tersebut untuk memajukan kota Malang selama 5 tahun ke depan.

Oleh karena itu, sebelum dibukanya pendaftaran bakal calon walikota oleh KPUD Kota Malang baik melalui jalur independen maupun melalui rekomendasi partai politik yang akan di usung, maka supaya masyarakat kota Malang bisa melakukan penilaian dan melihat kandidat yang akan bersaing, harian Radar Malang bersama Pusat Pengembangan Otonomi Daerah Fakultas Hukum Universitas Brawijaya akan melaksanakan kegiatan debat kandidat bakal calon walikota Malang.

Debat ini akan diikuti oleh 15 orang bakal calon kandidat yang sudah ditentukan oleh Radar Malang melalui polling dan akan dinilai oleh para akademisi sehingga hasil dari debat ini dapat benar-benar dipertangungjawabkan secara akademis dan tidak mempengaruhi tahapan dan proses calon yang bersangkutan dalam mekanisme pemilihan kepala daerah yang akan datang.

Atas dasar itu pula PP OTODA sebagai institusi formal juga menegaskan bahwa dalam rangka mengawal jalannya pesta demokrasi rakyat juga akan mendeklarasikan pembukaan 1000 (Seribu) relawan pemantau Pilkada Kota Malang yang akan di terjunkan di setiap TPS di Kota Malang dan akan berlanjut pada tahap Pilkada Provinsi Jawa Timur, Pemilu legislatif, dan Pemilihan umum Presiden 2014.

Dalam perhelatan akbar tersebut diikuti oleh para kandidat bakal calon Walikota Malang yang dipilih berdasarkan hasil polling yang dikumpulkan oleh Radar Malang melalui media cetak sekaligus observasi yang dilakukan oleh PP OTODA sejak Januari 2012 yang didasarkan pada intensitas bakal calon yang mempromosikan diri melalui Baliho dan/atau media cetak lainnya.

Berdasarkan hal tersebut ada 9 (sembilan) kandidat yang memberanikan diri untuk hadir dan mengikuti ajang debat antara lain Dwi Cahyono, Sutiaji,  Subur Triono, Achmad Suparto, Arif HS, Ya’qud Ananda Gudban, Sri Rahayu, Sofyan Edi Jarwoko, dan Mujaiz sementara itu yang tidak memberanikan diri untuk hadir antara lain Priyatmoko O, Arina Nurfinaharani, Iwan Budianto, Moh. Anton, Heri Pudji U, Bambang DH Suyono, Arif Darmawan karena berhalangan.

Adapun Dewan panelis dalam debat ini adalah para akademisi kampus dari berbagai bidang dan berhak mengajukan pertanyaan dan melakukan penilaian terhadap jawaban masing-masing peserta debat sehingga bisa menggambarkan kesiapan para bakal calon kandidat walikota tentang berbagai problematika yang dihadapi oleh kota Malang. Penilain dari dewan panelis akan dikumpulkan menjadi suatu naskah sehingga dapat dipertanggung jawabkan secara akademis.

Dewan panelis tersebut terdiri dari pakar di bidang transportasi, tata ruang wilayah, lingkungan, pemberdayaan masyarakat, pelayanan publik, psikologi, kesehatan, pendidikan, wisata, bisnis dan investasi, infrastruktur, dan kerukunan umat beragama. Adapun jajaran dewan panelis terdiri dari Ngesti D. Prasetyo (Ketua Dewan Panelis), Prof. A. Erani Yustika SE, Phd, Dr, Jazim Hamidi SH, MH, Indah Yasminum Sukanti S.Psi, M.Psi, Prof Dr. Joko Saryono M.Pd, Dr, dr. Jack Rubijoso, Prof. Dr. Bisri yang kesemuanya merupakan pakar di bidang keilmuan masing-masing.

Acara yang dipandu oleh Mujadi dari Jawa Pos dan Ikaningtyas dari PP OTODA mengajak para audience untuk antusias mengikuti jalannya debat baik bagi para pendukung kandidat yang meneriakkan yel-yel maupun audience yang terdiri dari unsur masyarakat umum, akademisi, LSM, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan berbagai lapisan komponen masyarakat yang memadati Gedung Widyaloka dengan kapasitas 500 orang. Mekanisme debat bakal calon kandidat Walikota ini dilakukan sesuai dengan standar lomba debat antar perguruan tinggi tingkat nasional sehingga proses debat dilakukan senetral mungkin dengan tujuan untuk meminimalisir kepentingan-kepentingan tertentu dan didapat hasil yang seideal mungkin dari segi akademis melalui penilaian oleh dewan panelis.

Mekanisme debat yang akan dilakukan adalah: Sesi I masing-masing peserta debat akan memaparkan visi/misi/program yang akan diusung dalam kurun waktu maksimal 5 menit, sehingga estimasi waktu adalah 75 menit.

Dewan panelis melakukan penilaian terhadap pemaparan visi/misi/program yang disampaikan masing-masing peserta debat. Sesi II masing-masing peserta debat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh dewan panelis melalui proses undian.

Peserta debat hanya mengambil sekali undian yang menentukan akan mendapat pertanyaan dari dewan panelis bidang tertentu. Masing-masing peserta debat hanya diberikan waktu maksimal 5 menit untuk menjawab pertanyaan dari dewan panelis sehingga hal ini menunjukkan kesiapan dari peserta debat.

Sesi III masing-masing peserta menjawab pertanyaan yang diajukan oleh peserta yang lain berdasarkan undian satu kali dan pihak penanya bisa melakukan sanggahan, dalam sesi III ini masing-masing peserta debat bisa saling berarumentasi dan mengemukakan pendapatnya, baik pihak penanya maupun pihak penjawab.

Para kandidat bakal calon memaprkan berbagai program diantaranya APBD blak-blakan untuk rakyat, APBD Pro Rakyat, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, perlindungan ruang terbuka hijau dan berbagai program pemberdayaan, pengentasan kemiskinan dan pengangguran, penciptaan lapangan kerja merupakan strategi jitu masing-masing kandidat untuk memikat daya tarik para masyarakat, pendukung dan konstituennya.

Keberhasilan debat ini akan senantiasa menjadi barometer pengawalan demokrasi yang sehat bagi pendidikan politik warga negara yang bermartabat dan mensejahterakan rakyat.

Acara debat bakal calon kandidat ini kerjasama antara Radar Malang dengan Pusat Pengembangan Otonomi Daerah Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang. Sekretariat panitia: PP Otoda Universitas Brawijaya, Jl. MT. Haryono No 169 Kode Pos 65145 Gedung A Lantai IV No Telp: (0341) 8170910, No Fax (0341) 412577, email:ppotoda@gmail.com, website: http://www.ppotoda.org.

CP Ibnu Sam Widodo: 081233222404, Bahrul Ulum Annafi- 085646446762

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *